Sunday, May 18, 2008

God doesn't exist.....?

Ini cerita yang banyak beredar di e-mail, saya tampilkan disini karena cukup mencerahkan.
A man went to a barbershop to have his haircut and his beard trimmed. As the barber began to to work, they began to have a good conversation. They talked so many things and various subjects. When eventually they touched on the subject of God, the barber said : " I don't believe that God exists". "Why do you say that ?" asked the customer. "well. you just have to go out in the street to realize that God doesn't exist."
"Tell me, if God exists, why would there be so many sick people?" If God existed, there would be neither suffering nor pain. I can't imagine a loving God would allow all of these things."
The customer thought for a moment, but didn't respond because he didn't want to start an argument. The barber finished his job and the customer left the shop. Just after he left the barbershop, he saw a man in the street with long. stringy, dirty hair and untrimmed beard. He looked and unkempt. The customer went back to the barbershop again and he said to the barber, "You know what? Barbers do not exist" "How can you say that?" asked the surprised barber. "I am here and I am a barber. And I just worked on you!" "No" the customer exclaimed," Look outside. Barbers don't exist because of that man outside"
"Ah, barbers do exist! That's what happen when people do not come to me." "Exactly! affirmed the customer. "That's the point! God, too does exist! That's what happens when people do not go to Him and don't look to Him for help. That's why there are so much pain and suffering in the world."

Sunday, March 09, 2008

Ayat-ayat Cinta, baca bukunya

Udah lihat film "Ayat-ayat Cinta". Kayaknya laris bener deh. Ceritanya bagus, pemandangannya juga bagus (bagi yang suka wisata). Tapi lebih lengkap kalau baca bukunya. Penuh dengan imajinasi, kalau lihat film kan imajinasi kita terbatas. Harga Rp 44,000 termurah se Bandung, 414 halaman. Call : 022-4266637/081 120 3116.

Saturday, March 08, 2008

Dagelan Orang Tua

Ini dagelan kiriman teman mungkin pengalaman pribadi :
5 Ciri laki-laki tua (atau paling tidak beranjak tua) :
1. Membaca makin jauh, kencing makin dekat
2. Dulu tidur menghadap muka, sekarang membelakangi pasangan
3, Dulu pakai minyak wangi, sekarang pakai minyak angin
4, Dulu 12 kali sebulan, sekarang 12 bulan sekali
5. Dulu keras menunggu, sekarang menunggu keras
Wah ini kiriman dagelannya sudah nyrempet-nyrempet jadi sekalian saja ditambahi :
siklus hidup laki-laki meliputi tiga tahap :
tahap pertama : pandangan hidup, baru memandang saja sudah hidup
tahap kedua : pegangan hidup, kalau dipegang baru hidup
tahap ketiga : perjuangan hidup, untuk hidup perlu perjuangan (sering-sering pakai tablet biru sambil nyanyi blue moon)
Habis itu ? ya sudah wong hidup saja perlu perjuangan, mau apa lagi. Cape deh.......

Thursday, February 21, 2008

Intelligent Investor by gurunya Warren Buffet


The Intelligent Investor, oleh : Benjamin Graham.
Buku best seller sepanjang masa ditulis oleh Ben Graham , guru dari Warren Buffet (investor terkaya no 2 di dunia). Panduan bagi investor bagaimana berinvestasi dalam saham.
Rp. 95.000,-. Diantar (Bandung Utara). Hub : 081 120 3116.
SUDAH HABIS TERJUAL

Saturday, February 02, 2008

Resiko Inflasi 2008

Jumat kemarin Badan Pusat Statistik mengumumkan angka inflasi Januari 2008 sebesar 1,77 %. Angka inflasi bulanan yang sangat tinggi dan merupakan langkah awal yang buruk di tahun 2008 mengingat target inflasi tahunan yang sekitar 6 %. Kalau sebelas bulan berikutnya setiap bulan inflasinya 0,5 % maka total inflasi sudah akan lebih dari 7 %. Inilah musuh terbesar kita dalam usaha meningkatkan kesejahteraan umum. Bunga deposito 6 % dan bunga tabungan 2 %, jadi simpanan kita secara riil akan menyusut. Jadi apa yang harus dilakukan? Kita mesti mencari alternatif investasi yang akan memberikan imbal hasil lebih tinggi dari inflasi. Kalau meniru orang2 tua jaman dahulu, mereka selalu membeli emas, rumah, dan tanah untuk menyimpan tabungan mereka. Setelah tua, akan dijual sedikit demi sedikit untuk membiayai kehidupannya. Sebetulnya emas, rumah, dan tanah memang alternatif investasi yang selama ini telah membuktikan dapat digunakan untuk melawan inflasi. Di jaman modern alternatif investasi dapat diperluas meliputi saham dan obligasi atau investasi derivatif lainnya. Mari kita perangi inflasi, jangan sampai kalah dengan inflasi. Kalau berhasil, hidup kita akan lebih sejahtera......................... Memang ini jaman elit, ekonomi sulit.

Monday, January 14, 2008

Dagelan Tahu Tempe

Wah hidup makin susah saja. Kalau kemaren-kemaren beras, gula, telor, susu, minyak goreng yang naik. Terakhir tepung terigu naik gila-gilaan. Pecinta mie yamin bakal bayar lebih mahal lagi nantinya. Eh yang paling mutakhir, kedelai yang merupakan bahan baku tahu tempe naik lebih dari dua kali lipat. Tadinya Rp 3450/kg menjadi Rp 7000/kg. Kalau daging sapi naik, kita mengirit dengan ....ya udah kita beli ikan saja yang lebih murah. Tapi ikan juga mahal sekarang, kita biasa ganti menu dengan ...ya udah goreng tahu atau tempe saja. Harga lebih murah, kandungan protein sama tingginya dengan daging atau ikan. Eh begitu tahu tempe naik, kita mau ganti pake apa lagi ? Ibarat perang melawan kesulitan ekonomi, pertahanan terakhir sudah bobol. Kenapa kok negara kita jadi terpuruk begini yah..... Ini pertama kalinya saya dengar ada demo pedagang tahu tempe ke Istana, mereka gak bisa jualan soalnya kalau harga dagangan dinaikkan pembelinya berkurang. Daya beli masyarakat juga turun terpukul kenaikan semua barang kebutuhan.
Urus punya urus, kebutuhan kedelai dalam negeri sebesar 2 juta ton, tapi kemampuan produksi dalam negeri cuma 600 ribu ton. Wah negeri subur makmur gemah ripah loh jinawi menanam kedelai saja nggak bisa. Kenapa pemerintah nggak buat saja kapling perkebunan kasih kesempatan rakyatnya tanam kedelai sebanyak-banyaknya. Kesempatan kerja naik, makan tahu tempe murah, kebutuhan protein tercukupi? Kita ini memang biasa buat hal gampang jadi sulit..................... Sulit sekali membuat dan menjalankan kebijakan yang baik di negeri ini, mungkin karena saratnya konflik kepentingan.

Wednesday, January 09, 2008

Las Vegas Greatest Gadgets Show

Bagi anda para techies pecinta gadget-gadget baru hitek, silakan berkunjung ke Las Vegas karena minggu ini dibuka International Consumer Electronic Show 2008. Ada 3 ribu perusahaan elektronik ikut pameran dan 20 ribu produk elektronik hadir di pameran ini. Yang bakal ngetop diantaranya adalah : Google Phone dengan sistem operasi eksklusif Android. Apple juga akan hadir dengan produk TV inovatif. Kalau anda punya duit banyak beli barang-barang ini akan membuat anda punya banyak mainan. Kita kan juga manusia perlu main. Life is short so play more. Tapi buat anda yang belum punya uang banyak, ikuti cara saya. Perhatikan perusahaan-perusahaan yang punya produk yang bakal jadi best seller. Contohnya waktu 2001 Bill Gates mengenalkan Xbox di ajang seperti ini. Best Seller. Kemudian Steve Job memperkenalkan I phone. Best Seller juga. Mereka jadi super kaya karenanya. Nah kalau kita ingin kecipratan jadi "agak kaya" beli saja saham perusahaan2 ini. Microsoft kodenya MSFT, kalau Apple kodenya AAPL, Google berkode GOOG. Eh ada satu lagi anda tahu handphone Blackberry yang mengirim e-mail seketika (push e-mail). Perusahaannya namanya Research in Motion baru saja memberikan lisensi Blackberry ke China. Kebayang, jual kaos kaki aja di China bisa jadi milyarder apalagi jualan Blackberry. Tertarik? Pengen tahu caranya beli saham di internet Amerika? Kirim e-mail saja ke saya . Diajari gratis.............

Ekonomi Indonesia 2008

Menurut pengamat ekonomi Faisal Basri, ekonomi Indonesia secara makro akan cukup baik di tahun 2008. Pertumbuhan PDB nasional naik selama enam triwulan terakhir bertururt-turut. Tahun 2007 PDB naik 6,2 % sedangkan tahun 2008 diprediksikan naik 6,8 %. Ini lebih tinggi dari angka-angka negara tetangga. Cuma ada sedikit masalah, tahun 2008 adalah tahun tikus jadi jangan salah urus. Masalah kita ada di produksi minyak. Mestinya selakau pengekspor minyak, kita akan menikmati kalau harga minyak dunia naik. Nyatanya kita malah bingung kalau harga minyak naik. Rupanya ini karena produksi minyak kita menurun drastis. Tahun 1997, produksi minyak nasional 1,51 juta barrel/hari. Sekarang produksinya hanya 0,91 juta barrel/hari turun 40 %. Menurut Faisal Basri, setiap kenaikan harga minyak dunia sebesar $10, pengaruh ke APBN hanya 400-500 milyar. Tetapi kalau produksi turun 50.000 barrel, akan mengoreksi APBN 10-11 trilyun. Wah, rupanya disini problem kita. Masalah kita bukan diakibatkan eksternal (kenaikan harga minyak dunia) tetapi oleh ketidakmampuan meningkatkan produksi minyak. Urus punya urus, ongkos produksi perusahaan minyak kita 27,43 dollarAS per barrel, sementara perusahaan minyak non plat merah hanya 9,8 dollar AS. Wah pantaslah kalau kita susah, tapi sebaiknya ya kita salahkan diri sendiri saja karena produksi turun dan ada inefisiensi di ongkos produksi. Kalau kata Tukul : Puas....Puas......!

Monday, December 31, 2007

Selamat Tahun Baru 2008

Kami mengucapkan Selamat Tahun Baru 2008 bagi seluruh pengunjung weblog ini dengan tanpa memandang perbedaan ras, suku, agama, gender, umur, warna kulit, bentuk mata/alis/hidung/mulut. Semoga tahun 2008 kita semua diberikan kesejahteraan, kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan oleh Yang Maha Kuasa. Semoga Negeri kita tercinta diberikan jalan yang terbaik dalam mewujudkan cita-cita para pendirinya. Ini saatnya bagi kita untuk membuat resolusi Tahun Baru. Tentukan cita-cita anda masing2 yang ingin dicapai di tahun 2008. Bagi yang ingin melakukan perubahan, gunakan prinsip 3Mnya Aa Gym yaitu : Mulai dari yang kecil (yang realistis), Mulai dari diri kita sendiri (pihak lain diluar kendali kita, diri sendiri sepenuhnya dalam kendali kita) dan jangan lupa Mulai hari ini juga (jangan ditunda-tunda). Sukses semuanya.

Satenya Gedung Sate


Kalau kita memandang Gedung Sate di Bandung sebetulnya kita bisa menangkap kemegahan bangunan Belanda ini. Tetapi kadang- kadang terbersit juga pertanyaan kok ada tusuk satenya di atas atap, kok sepertinya tidak umum. Rupanya tusuk sate dengan enam buah ornamennya (mirip dengan jambu air atau melati) melambangkan enam juta gulden yang merupakan biaya pembangunan gedung ini waktu itu. Jadi gedung sate ini dibangun tahun 1920 menggunakan jasa perancang bangunan J. Gerber, seorang arsitek muda Belanda. Bangunan ini memang unik arsitekturnya karena ada beberapa aliran arsitektur dalam rancangannya. Jendela menggunakan tema Moorish Spanyol, bangunan bertema REnaissance Italia, sedangkan menaranya bergaya Asia yaitu gaya Pura Bali (atau pagoda Thailand). Mau berfoto dari depan bagus, dari belakang juga indah karena halaman tamannya sangat hijau dan luas............Silakan berfoto sebanyak-banyaknya sebelum bentuk gedung ini berubah (nantinya). Penulis kuatir, gedung ini nanti diruilsslaag jadi mal atau factory outlet soalnya lokasinya strategis sekali.

Wednesday, December 26, 2007

Kenangan teman-teman SMA 2 Bandung, Angk 81





Inilah teman-teman dulu di SMAN 2, semua masih pada ganteng dan cakep-cakep...................

Rumah, Tanah, atau Apartemen di tahun 2008 ?


Kalau anda sedang serius akan investasi properti, tetapi bingung memilih jenisnya baca dulu blog ini. Rumah akan menghasilkan sewa bila tidak ditinggali sendiri. Tetapi penghasilan sewa akan digrogoti oleh kebutuhan terhadap biaya pemeliharaan. Jadi sesungguhnya kalau anda beli rumah yang anda nikmati adalah kenaikan harga properti dalam jangka panjang. Kalau tanah? Tanah juga instrumen jangka panjang mirip dengan rumah tetapi tidak menghasilkan sewa tetapi tidak ada kebutuhan untuk pemeliharaan. Paling-paling cukup pasang plang : Dilarang buang sampah disini. Kalau masih bandel ada yang buang sampah, ganti plangnya : Yang buang sampah disini adalah Anj..... Kalau apartemen, mungkin karena relatif masih baru di Indonesia kalau disewakan menghasilkan pendapatan sewa yang cukup tinggi, sementara biaya maintenance (melalui service charge) ditanggung oleh penyewa. Tetapi karena unsur tanahnya relatif sedikit, kenaikan kapital dalam jangka panjang mungkin masih kalah dengan rumah dan tanah. Jadi pilih mana ? Kalau mau gak pusing beli tanah saja. Kalau ingin pendapatan sewa beli apartemen. Kalau mau tengah-tengah, beli rumah saja. Yang penting lokasi bagus, time will take care your investment. Kalau mau lihat-lihat lokasi Bandung dan Jakarta coba saja lihat di propertidaman. Siapa tahu cocok kan, pembeli senang dan penjual senang. Jadi penulis blog dapat pahala.

Mau investasi apa di 2008?


Ini menjelang pergantian tahun, waktu yang baik untuk melihat ke belakang dan juga merencanakan ke depan. Salah satunya adalah perencanaan investasi. Bagi anda yang senang investasi di properti, sekarang saatnya. Suku bunga sedang rendah, ekonomi masih jalan di tempat (jadi harga bisa ditawar-tawar), dan pilihan cukup banyak. Cuma kadang bingung, mau beli rumah, tanah, atau apartemen? Yang jelas investasi properti adalah jenis investasi jangka panjang. Akan terasa sesudah 5 tahun, 10 tahun lebih baik lagi. Kekurangannya adalah jenis investasi ini tidak likuid. Kalau anda perlu uang, menunggu jualan properti akan cukup lama. Lagi pula kita tidak bisa cuma jual dapurnya saja atau ruang makan saja(kalau perlu uang sedikit), berbeda dengan jenis investasi yang lain seperti emas atau surat berharga (paper asset) yang likuiditasnya tinggi meski harganya sangat volatile (sering naik turun). Prinsip investasi sukses di properti memerlukan 3 syarat. Syarat pertama : lokasi bagus, syarat kedua : lokasi bagus, dan syarat ketiga juga lokasi bagus. Dengan memiliki lokasi bagus, nilai investasi properti anda akan naik dengan cepat dalam 10 tahun bisa berlipat 3-5 kali. Anda mau cari properti dengan lokasi bagus coba saja lihat di rumah&apartemen. Siapa tahu cocok untuk investasi anda di tahun 2008.

Saturday, December 22, 2007

Alokasi Aset

Musuh utama kita sebagai investor ada dua yaitu : Fear & Greed. Takut kalau nilai investasi akan turun lagi (saat market sedang lemah) membuat investor menjual investasinya saat harga sedang murah (seharusnya beli malahan jual). Sebaliknya sifat tamak membuat investor membeli lagi investasi yang sama pada saat harga sudah naik tinggi dengan harapan harganya akan naik lagi (seharusnya jual malahan beli). Jadi bagaimana mengatasinya? Manusia adalah mahluk kreatif, para ahlinya menemukan cara yang efektif mengatasi sifat takut dan tamak. Mereka membuat konsep Alokasi Asset. Prinsipnya sebar investasi anda dalam beberapa kelas aset dalam persentase yang tetap. Misalnya : 40 % di Saham, 40 % di Obligasi, dan 20 % di Pasar Uang/Deposito. Setelah satu tahun karena dinamika pasar, persentase ini menjadi berubah. Misalnya Saham menjadi 60 %, obligasi 30 %, dan Pasar Uang/deposito 10 %. Kemudian lakukan apa yang disebut portofolio rebalancing. Kembalikan lagi persentase alokasi ini ke angka awal. Ini akan memaksa kita untuk menjual sebagian saham (dari 60 % ke 40 %), membelikannya ke obligasi (dari 30 % ke 40%) dan Pasar Uang/deposito (dari 10 % ke 20 %). Lakukan terus rebalancing paling tidak satu tahun sekali. Cara ini akan memaksa kita untuk menjual investasi yang sudah naik tinggi (dalam hal ini saham sudah menjadi 60 % proporsinya) dan membelikannya ke asset yang harganya sudah murah (obligasi sudah turun ke 30 % dan Deposito turun ke 10 %). Ini membuat kita disiplin tidak terkena euforia market dan psikologi pasar yang merugikan kita. So.....Sell High Buy Low. Dijamin sukses berinvestasi. Selamat dijalankan.

Wednesday, December 19, 2007

Buy low sell high (2)

Prinsip Investasi Buy Low Sell High, sangat mudah dimengerti. Tetapi seringkali sulit dilaksanakan akibat sifat manusia dan psikologi pasar. Greed and Fear. Dua sifat manusia yang tidak menguntungkan dalam dinamika investasi. Sifat tamak contohnya kelihatan di bursa saham. Bila ada saham naik terus sampai naiknya kelewat tinggi, masih ada orang yang beli karena mengharap harganya akan naik lagi (Buy High)). Padahal besoknya harga saham akan terkoreksi turun banyak. Sebaliknya karena harga saham terkoreksi, orang takut harganya turun lagi maka sahamnya di jual (Sell Low). Kalau digabung, akibat sifat Fear & Greed ini kita melakukan Buy High Sell Low yang merupakan kebalikan prinsip investasi yang berhasil. Jadi ? Supaya investasi berhasil hilangkan sifat Fear & Greed. Caranya? Tidak lain dengan disiplin dan pengendalian diri. Ada lagi teknik yang bisa dilakukan yaitu dengan Alokasi Asset. Nantikan dalam blog selanjutnya karena ruang untuk menulis nggak cukup lagi. Lihat di blog "Alokasi Asset"

Buy low sell high

Prinsip investasi yang berhasil cuma satu yaitu : buy low sell high. Anda beli murah lalu jual lebih mahal. Kalau anda bisa lakukan ini terus menerus, dijamin akan sukses. Cuma kita harus pastikan satu hal saja bahwa pengembangan investasi kita lebih tinggi dari tingkat inflasi. Inflasi resmi Indonesia menurut BPS adalah 6 %. Jadi kalau buy low sell high lebih tinggi dari 6 % setahun sudah pasti beres kan. Tapi sepertinya angka 6 % ini kok nggak cocok dengan kenaikan harga-harga yang kita rasakan sehari-hari. Harga beras, telor, minyak goreng, biaya pendidikan, biaya transportasi dll rasa-rasanya kok naik melebihi angka BPS ini. Tahun 1993 masih ingat nggak harga bensin ? Harganya cuma Rp 600 seliter. Sekarang di tahun 2007 harganya Rp 4500. Dalam 14 tahun naik 9 kali lipat. Kalau di rata-ratakan ini berarti kenaikan 46 % per tahun. Rasanya penghasilan kita tidak naik 46 % per tahun ya. Jadi berdasarkan harga bensin sudah pasti kita tambah miskin karena mencari media investasi dengan kenaikan 46 % setahun sulit sekali. Kecuali investasi di saham Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Itupun hanya beberapa tahun terakhir saja, tidak mungkin terjadi setiap tahun. Nggak apa-apa ini kan cuma berdasarkan angka bensin saja. Mungkin untuk amannya kita ambil angka inflasi 10 %. Jadi carilah media investasi yang secara konsisten bisa mengalahkan inflasi 10 % ini secara konsisten. Maju terus dengan buy low sell high.

Sunday, December 16, 2007

Menghadapi pengemis di Negeri Cina


Sama seperti di negeri kita, di kota-kota besar yang megah di Cina rupanya tetap ada saja pengemisnya. Tapi pengemis di Cina rupanya beda. Kalau pengemis di Indonesia mereka lebih low profile dan passive. Gerakannya lambat terus mengacungkan mangkok kosong. Kalau dikasih uang mereka akan baca beberapa ayat mendoakan kita. Kalau ditolak mereka juga sopan .....ya sudah nanti kan ada orang baik yang akan lewat lagi. Kalau Pengemis di Cina rupanya sangat agresif. Nggak cukup dengan mengacungkan mangkok kosong, mereka juga menjawil jawil. Terus ikut kita sampai dikasih uang. Mungkin pengemis di Cina gizinya lebih baik dari pengemis di Indonesia. Kalau nggak dikasih uang mereka akan ikut kita terus sambil mentheleng terus. Wah lama-lama takut juga nih, apalagi kita kan orang asing. Akhirnya saya nanya ke orang lokal bagaimana caranya menghadapi mereka ini. Rupanya gampang. Kita harus jadi seperti orang lokal. Yang pertama kalau dihadang pengemis kita mesti bilang : "Puyou.....puyou (artinya nggak-nggak). Kalau belum berhasil tambah lagi dengan yang lebih cespleng : "Mayo Chien.....mayo chien (nggak punya uang.....nggak punya uang). Rupanya manjur. Semenjak itu saya nggak takut lagi. Mungkin pengemisnya yang gantian takut......takut dimintain kali. Boleh dicoba.

Anthurium Bubble



Saya sering ditawari teman untuk membeli tanaman Anthurium yang lagi ngetrend akhir-akhir ini. Tapi saya sering menolak karena harganya saya anggap mahal (500 ribuan rupiah). Bahkan minggu lalu saya lihat tayangan di TV, bintang film Rano Karno pun sedang menekuni tanaman Anthurium. Waktu diwawancara dengan entengnya dia bilang : yang ini sudah ditawar 135 juta tapi belum dilepas. Yang itu lebih mahal lagi. Terus dia bilang memang dalam dunia Anthurium : yang jual gendheng tapi yang beli juga edhan. Buat saya rasa-rasanya kok nggak masuk akal ya ada tanaman (yang relatif tidak langka) berharga ratusan juta rupiah. Ini mungkin sudah kategori Bubble. Dalam sejarah dunia ada beberapa kejadian bubble. Bubble artinya gelembung, jadi gelembung akan naik ke permukaan terus dia akan dan pasti meletus. Tahun 1600 an seluruh dunia juga demam Tulip. Sampai harga tulip diperdagangkan seharga rumah (mirip Anthurium). Sekarang mana ada yang mau beli Tulip (sebagus apapun) seharga rumah. Kemudian ada ekspedisi South Sea, yang membuat orang tergila-gila berinvestasi. dan seterusnya. Yang terakhir adalah housing bubble di Amerika Serikat yang baru pecah gelembungnya tahun 2007. Seluruh dunia terkena dampaknya. Kalau anda penjual Anthurium, anda sedang beruntung. Tapi kalau anda pembeli Anthurium yang ratusan juta, wah.... apa nggak baiknya uangnya dipakai untuk beasiswa saja bagi yang nggak mampu (ini kan seperti menanam benih juga....). Cepat atau lambat, Anthurium Bubble akan meletus. Saat meletus, ratusan juta rupiah yang di investasikan ke tanaman Anthurium akan meleleh dan menguap jadi nihil........... Eh tapi kalau persediaan uangnya banyak ya boleh-boleh saja. Apalagi orang Indonesia kan suka dikagumi kalau beli barang yang mahal harganya (meski kurang kegunaannya). Apalagi kalau luar punya (bikinan luar negeri maksudnya).

Friday, December 14, 2007

Beli teh di Inggris





Rupanya teh minuman terhormat. Kalau nggak percaya pergi ke Jepang disana ada ritual khusus acara minum teh. Atau pergi ke Ingris, dimana teh merupakan minuman para bangsawan. Ada teh untuk sarapan. Ada tehnya ratu. Ada teh lain dengan berbagai nama. Favorit saya adalah Earl Grey. Enak sekali. Indonesia negerinya teh, tapi mungkin teh yang enak-enak diekspor yang bagian sisa-sia dipasarkan domestik. Kesian deh lu. Coba anda kalau pas di Inggris, mampir ke Piccadilly. Ada toko teh namanya Fortnum & Mason. Wah luar biasa. Ini toko khusus jual teh saja. Segala macam teh untuk raja, ratu, bangsawan, pembantunya bangsawan, rakyat jelata dan lain-lain. Harganya juga mahal-mahal. Tapi rasa tehnya juga enak. Saya baru bisa menghargai teh setelah minum teh disini. Masalahnya kita di Indonesia kurang menghormati teh. Kita biasanya minum air gula rasa teh alias teh manis. Eh tapi jangan salah kalau di Bandung ada juga teteh manis. Ini beda lagi jurusannya.

Revolusi sepeda di Paris.


Walikota Paris Bertrand Delano baru-baru ini meluncurkan revolusi sepeda di Paris yang diberi nama Velib (Velo=sepeda dan liberte=kebebasan). Pada dasarnya revolusi ini diluncurkan untuk mengatasi kemacetan dan polusi di kota Paris. Jadi pak walikota membuat beberapa titik sentra sepeda dimana para pengguna dapat menyewa sepeda bepergian kearah titik pengumpulan sepeda lagi. Pelanggan harus berusia minimum 14 tahun dan mempunyai kartu kredit. Pelanggan membayar 29 euro atau setara rp 400 ribu per tahun dan akan memperoleh kartu pembuka kunci sepeda dari rak sepeda secara otomatis di segenap penjuru kota. Ternyata semenjak diluncurkan program ini mendapat sambutan hangat. Selama tiga pekan pertama warga Paris telah menyewa sepeda itu sebanyak 1,2 juta kali, masing-masing digunakan untuk rata-rata enam kali sehari untuk jarak pendek. Ini termasuk program kampanye naik sepeda paling berhasil di Eropa. Layanan ini memberi kota Paris lebih banyak udara bersih, lebih banyak inovasi dan kebebasan sesuai namanya. Padahal kota Paris itu sangat luas, transportasi subway dan buskota banyak dimana-mana sementara penduduknya hanya 2,1 juta jiwa. Bandingkan dengan Jakarta atau Bandung. Kayaknya kita masih susah minta warga kota naik sepeda ..........................